Sabtu kemarin, Ayah dan saya pergi ke JWCC (Jakarta Women & Children Center) untuk konsultasi laktasi. Pada sesi tersebut sudah ada 3 pasangan muda lainnya, termasuk teman arisan saya, Dessy, yang baru melahirkan putra pertamanya. Bisa kelihatan kesamaan Ayah & saya dengan ketiga pasangan lainnya adalah ke-clueless-an kami, perbedaannya hanya bahwa mereka sudah melahirkan anak-anaknya.
Menurut saya, sesi konsultasi tersebut sangat konstruktif. Banyak insight yang saya dapat dan membuat saya sedikit lebih pede bahwa nanti saya pasti bisa menyusui. Apalagi Dr. Utami Rusli, a smart and beautiful pediatric, memberi penjelasan dengan sangat menarik and very uplifting too. Salah satu yang bikin saya bahagia juga adalah bahwa I can see how glowing Ayah's face listening to the information. I can see the impact right away.. he then pledged to be the best breastfeeding father in the world. Yippieee!!!!
1. Breastfeeding adalah investasi dunia akhirat.
Siapa yang nggak mau punya anak sehat, soleh, dan cerdas? So everybody knows that breastmilk contain the best antibody that none can imitate. Ternyata selain bisa bikin lebih sehat, selain kedekatan dengan anak semakin bertambah, proses ini adalah bagian dari proses edukasi, nurturing. Haa.. Ayah tambah semangat nih..
2. Breastfeeding adalah aktivitas bertiga, bukan berdua
Ternyata menyusui adalah aktivitas antara Mamah-bayi-Ayah, bukan cuma Mamah dan bayi. Ayah adalah suporter terbesar dan memiliki andil yang sangat kuat dalam keberhasilan proses menyusui. "The mother has the milk, but the key is in your hand", kata Dr. Utami kepada para Ayah. Semakin besar dukungan yang diberikan Ayah kepada Mamah, semakin mudah Mamah memproduksi susu.
An interesting fact: One of the baby cried during consultation, Dr. Utami then lifted the baby and carried her to her father. She said that babies only need their moms when they're hungry or thirsty, the fathers are the ones who sooth them better. Yes the baby stopped crying when her father held her. Interesting isn't it? Jadi ibu-ibu, jangan ge-er dulu.. hehehe
3. Exclusive breastfeeding is in 6 months, the whole period is 2 years
Exclusive breastfeeding (ASI Ekslusif) dilakukan selama 6 bulan tanpa tambahan apapun, bahkan air putih sekalipun. Setelah 6 bulan, bayi akan butuh makanan pendamping ASI, tetapi tetap diberikan ASI sampai usia 2 tahun. Why? Karena antibodi yang dikeluarkan oleh ASI selama 6 bulan cuma cukup sampai bayi berusia 1 tahun, walaupun si bayi dapat memproduksi sendiri, kemampuannya terbatas dan lambat. Di sinilah ASI dibutuhkan.
Do you know that Al Quran also endorses mothers to breastfeed for 2 years?
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 233)
4. Other interesting facts:
- Komposisi ASI yang diproduksi setiap ibu berbeda tergantung dari kemampuan pencernaan bayi
- Komposisi ASI yang diproduksi pada hari ini tidak sama dengan kemarin ataupun besok
- Bayi manusia juga punya kemampuan mempertahankan diri like any other mammals. Letakkan bayi sesaat setelah lahir--jangan pisahkan terlalu lama untuk dimandikan, ditimbang, dsb--di dada ibunya, maka ia akan crawl up to find the source of life, yaitu air susu ibunya. Regardless keluar atau tidak ASI pada saat itu
- ASI diproduksi berdasarkan konsep supply & demand. Semakin disusukan, semakin banyak diproduksi.
- and many more.. I wish I could write everything I can remember :)
Ayah & saya berkomitmen untuk insist ke RSPI supaya nanti tidak dipisahkan dari bayi, supaya bayinya belajar survive dan menyusui. Tapi kata Ayah, kalau ayah lupa ngingetin susternya, saya nggak boleh marah-marah hehehe...
Recent Comments